Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Monday, January 21, 2008

Bencana Lubang Ozon

Lapisan ozon melindungi kehidupan di Bumi dari radiasi ultraviolet Matahari. Namun, semakin membesarnya lubang ozon di kawasan kutub Bumi akhir-akhir ini sungguh mengkhawatirkan. Bila hal tersebut tidak diantisipasi, bisa menimbulkan bencana lingkungan yang luar biasa.

Rusaknya lapisan ozon yang mengancam Bumi menjadi perbincangan hangat para ahli maupun pemimpin dunia yang sedang berkumpul di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini. Dan, tanggal 16 September lalu ditetapkan sebagai Hari Ozon Internasional. Suatu kampanye untuk melestarikan lapisan ozon agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.Rusaknya mengancam bumi menjadi perbincangan hangat para ahli maupun pemimpin dunia yang sedang berkumpul di markas besar perserikatan bangsa baru tanggal 16 september lalu ditetapkan sebagai hari suatu kampanye untuk melestarikan lapisan ozon agar tidak mengalami kerusakan lebih.
Upaya yang telah dilakukan selama 20 tahun terakhir ternyata tidak mampu menekan laju kerusakan lapisan ozon. Tak kurang Sekjen PBB Kofi Annan mengingatkan pentingnya mengurangi atau menghindari pemakaian zat-zat yang dapat memusnahkan lapisan ozon. Sementara itu, ahli ozon dari World Meteorological Organization (WMO) memberikan peringatan (alert) bahwa luas lubang ozon di Antartika akan mendekati rekor dalam sepekan mendatang.Luas lubang ozon (ozone hole) di atas Benua Antartika pernah mencapai rekor pada September 2003, yaitu sebesar 29 juta kilometer persegi. Perulangan dengan selang waktu cukup cepat (dua tahun) ini mengindikasikan atmosfer Bumi secara alami tidak mampu lagi memulihkan kerusakan lapisan ozon. Karena itu, langkah-langkah tepat harus sesegera mungkin diambil agar kerusakan lapisan ozon tidak meluas.Melindungi Planet Bumi dari kehancuran adalah kewajiban bersama. Masyarakat dapat berpartisipasi aktif memulihkan kerusakan lapisan ozon dengan tidak memakai peralatan yang menggunakan zat-zat penghancur lapisan ozon, misalnya freon dan halon. Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan produsen elektronik membuat kulkas dan pendingin ruangan tanpa bantuan gas freon. Memantau Indikasi kerusakan lapisan ozon pertama kali ditemukan oleh tim peneliti Inggris, British Antarctic Survey (BAS), di Benua Antartika tahun 1970. Lima belas tahun kemudian, hasil pantauan menyimpulkan kerusakan ozon di lapisan stratosfer pada ketinggian sekitar 20 kilometer menjadi begitu parah. Awalnya para peneliti tidak memercayai analisa mereka. Mereka menduga hasil itu disebabkan oleh kerusakan pada alat pemantau atmosfer. Setelah diganti dengan alat baru dan mendapatkan hasil yang sama, barulah mereka sadar bahwa apa yang diamati adalah fenomena alam. Kerusakan lapisan ozon di daerah Antartika tersebut sangat parah hingga membentuk suatu lubang disebut ozone hole. Selain sistem pemantau lapisan ozon di kawasan kutub, kerusakan lapisan ozon di atas kutub-kutub Bumi dikonfirmasi melalui instrumen Total Ozone Mapping Spectrometer (TOMS) pada satelit Nimbus 7 dan Meteor 3 yang memiki orbit polar. Pemantauan ini memberikan gambaran lebih akurat luas pada kawasan lapisan ozon yang menipis.
Bencana global
Meluasnya kawasan lubang ozon ditandai dengan semakin meningkatnya radiasi ultraviolet Matahari di kawasan yang tidak lagi mendapat ”payung” lapisan ozon. Paparan sinar ultraviolet dalam dosis tinggi dapat menyebabkan penyakit kanker kulit dan katarak serta kerusakan lingkungan di permukaan Bumi.
Bila penipisan lapisan ozon tetap berlanjut dengan laju seperti saat ini, suatu bentuk bencana global yang menghancurkan kehidupan di Bumi hanyalah tinggal menunggu waktu. Dampak penipisan lapisan ozon secara global bahkan jauh mengerikan daripada badai Katrina. Juga jauh lebih dahsyat dari gempa dan tsunami di kawasan Asia akhir tahun lalu. Bencana lubang ozon tidak menghancurkan infrastruktur, tetapi dapat memusnahkan seluruh kehidupan di Planet Bumi.
Saat ini lubang ozon terbentuk di kawasan kutub-kutub Bumi yang tidak banyak dihuni. Bagaimana bila secara tidak terduga fenomena lubang ozon terbentuk dalam waktu cepat di kawasan ekuator dan lintang menengah?
Memberikan penjelasan atau peringatan dini ke masyarakat bahwa lubang ozon saat ini berada di atas mereka tentu sudah terlambat. Masyarakat sulit dicegah agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah untuk menghindari sinar Matahari. Mereka bisa saja beranggapan sinar Matahari hari ini sama dengan hari-hari sebelumnya atau tahun-tahun sebelumnya.
Tanaman juga akan terganggu pertumbuhannya bila terkena radiasi sinar ultraviolet dosis tinggi. Selain itu, kesuburan tanah lambat laun akan terkikis karena sinar ultraviolet secara efektif membunuh berbagai mikro organisme di permukaan tanah. Akibatnya jelas, manusia akan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
Akhir-akhir ini kerusakan lapisan ozon juga telah merambah ke kawasan di atas kutub utara meski tidak separah kutub selatan. Sebab itu, sudah saatnya manusia menyadari pentingnya melindungi lapisan ozon untuk menghindarkan kehidupan di Planet Bumi dari kehancuran.
Bachtiar Anwar, Peneliti Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa, Anggota Tim Penelitian Aktivitas Matahari Watukosek, Lapan

diunduh dari: wwww.kompas.com

baca selengkapnya..

Tuesday, December 18, 2007

BATAM DAN ENTIKONG PINTU MASUK RAWAN BAHAN PERUSAK OZON

Pontianak, 18/12 (ANTARA) - Batam, Kepulauan Riau dan Entikong, Kalimantan Barat, terkategori wilayah yang cukup rawan terhadap masuknya bahan perusak ozon (BPO) maupun barang pembawa BPO ke Indonesia.
"Studi yang tengah dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan dua wilayah itu cukup kritis dibanding beberapa pelabuhan," kata Kepala Sub Bidang Pengendalian Kerusakan Lapisan Ozon dari Sektor Industri Asisten Deputi Dampak Perubahan Iklim Kementerian Negara Lingkungan Hidup (Kemeneg LH), Tri Widayati, di Pontianak, Selasa.

Batam memiliki pelabuhan internasional dan letaknya berseberangan dengan Singapura. Sedangkan pelabuhan darat di Entikong, berbatasan langsung dengan Sarawak, negara bagian Malaysia.

Menurut Tri Widayati, pertimbangannya kedua negara yang berbatasan langsung itu terikat aturan yang melarang BPO maupun produk penggunanya.

"Ada kemungkinan produk yang sudah tidak diperbolehkan di kedua negara itu, masuk ke Indonesia melalui kedua pelabuhan tersebut baik secara legal maupun ilegal," kata Tri Widayati.

Sementara berdasarkan SK No 229 Menteri Perindustrian dan Perdagangan, disebutkan bahwa impor harus untuk barang-barang baru. Di SK Menteri Perdagangan No 39 tahun 2005, impor hanya untuk mesin-mesin produksi.

Ia mengatakan, produk yang menggunakan BPO itu di antaranya kulkas, pendingin ruangan maupun jenis-jenis busa atau foam. "Umumnya, barang tersebut merupakan bekas pakai yang harganya relatif murah di Indonesia," katanya.

Indonesia menjadi sulit untuk mengetahui kebutuhan BPO setiap tahun. Sedangkan sesuai Protokol Montreal yang diratifikasi Indonesia, ada tenggat waktu penggunaan BPO serta kebutuhan setiap tahunnya.

"Ini cenderung akan memicu pengiriman BPO secara ilegal ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tersebut," kata Tri Widayati.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penyelidikan Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat, Isja Mewirman mengakui cukup sulit untuk mencegah masuknya barang-barang yang kondisinya bekas pakai dan menggunakan atau pembawa BPO ke Indonesia.

"Di perbatasan kondisinya seperti itu. Masyarakat cenderung berlindung bahwa barang tersebut tidak dibawa ke daerah lain, hanya digunakan untuk pribadi," kata Isja.

Idealnya, lanjut Isja, terdapat data lengkap menyangkut negara asal, negara tujuan, perusahaan pengimpor, serta jenis barang untuk setiap barang yang masuk atau keluar Indonesia.

Tri Widayati menambahkan, terhadap barang pengguna BPO yang sudah terlanjur masuk Indonesia, Kemeneg LH menekankan pada pemulihan dan perbaikan.

Terdapat 96 jenis bahan kimia yang termasuk kategori BPO. Konsumsinya di Indonesia berdasarkan data tahun 2000 sebanyak 8.989 metrik ton. Pemanfaatannya sebagian besar untuk industri foam (busa), mesin pendingin, pelarut, aerosol, tembakau, pengasapan dan pemadaman api.

Sinar ultra violet yang berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit, penurunan kekebalan tubuh, katarak dan matinya biota laut. Pada musim tertentu, luas kerusakan ozon di atas Antartika mencapai 29 juta kilometer per segi.

BPO membuat ozon yang terdiri atas tiga molekul oksigen terurai padahal dalam kondisinormal, pembentukan dan perusakan ozon terjadi secara alamiah.

baca selengkapnya..

Template Design | Elque 2007